PROPOSAL PTK 4 : Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Pada Penjumlahan Pecahan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 06 Buttue Kec Tanate Rilau Kab. Barru

A. Latar Belakang Masalah

Tujuan pendidikan nasional pada dasarnya merupakan bagian dari upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional yang dituangkan dalam kurikulum pendidikan nasional yang berbunyi :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab, undang-undang sisdiknas No 20 tahun 2003 (2007:98).

Dalam upaya untuk memajukan suatu kehidupan bangsa dan negara sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan maka didalamnya terjadi proses pendidikan atau proses belajar mengajar akan memberikan pengertian pada pandangan dan penyesuaian bagi seseorang atau siterdidik kearah kematangan dan kedewasaan. Dengan proses ini akan membawa pengaruh terhadap perkembangan jiwa dan potensi seseorang peserta didik kearah yang lebih dinamis baik terhadap bakat atau pengalaman, moral, intelektual, maupun fisik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah telah melakukan sebagai upaya salah satunya pada mata pelajaran matematika. Karena matematika dipandang sebagai mata pelajaran yang memegang peranan penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru kelas V SDN 06 BUTTUE tentang pecahan di simpulkan bahwa :

  1. Siswa belum memahami tentang pecahan
  2. Siswa lebih banyak menunggu sajian dari guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang mereka butuhkan
  3. Adanya fakta bahwa hasil belajar matematika pada SDN 06 buttue masih sangat rendah. Hasil belajar siswa yang diperoleh pada mid semester nilai rata-ratanya hanya mencapai 46,25.

Pemahaman siswa yang rendah antara lain disebabkan karena pada umumnya dalam proses pembelajaran yang diterapkan di SD masih cenderung bersifat konvensional dengan hanya mendengar ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan pembelajarannya didominasi oleh guru dan sedikit melibatkan siswa. Sehingga siswa menjadi cepat bosan dan malas dalam mengikuti materi pelajaran. Selain itu interaksi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran sangat minim. Akibatnya penguasaan mereka terhadap materi yang diberikan tidak tuntas. Dengen demikian aktifitas belajarnya menjadi rendah. Untuk dapat memahami suatu konsep atau teori dalam matematika bukanlah suatu pekerjaan mudah. Sehingga untuk mempelajari matematika dengan baik diperlukan aktivitas belajar yang baik.
Salah satu pendekatan yang di asumsiukan dapat meningkatkan pemahaman belajar dan siswa senang belajar adalah dengan menggunakan pendekatan realistik.

Menurut Gusti (2001) matematika realistik ini merupakan pendekatan pembelajaran bertitik tolak dari hal-hal yang nyata bagi siswa yang menekankan keterampilan berdiskusi berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri dan pada akhirnya menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah baik secara individual maupun kelompok.

(Fausi 2002 ) menyatakan bahwa pendekatan matematika relistik dalam penjumlahan pecahan adalah pendekatan yang memberikan aktifitas untuk mencapai tujuan pemehaman melalui lima tahap yaitu, (1) tahap memehami masalah kontekstual, (2) tahap menyelesaikan masalah, (3) tahap membandingkan jawaban/mendiskusikan jawaaban , dan (5) tahap menyimpulkan .

Pada pendekatan realistik, proses pembelajaran harus di pandang sebagai suatu stimulus atau rangsangan yang dapat menantang peserta didik untuk merasa terlibat atau berpartisifasi dalam aktifitas pembelajaran. Pada pendekatan ini guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimping pengajaran yang demokratis, sehingga di harapkan peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis termotivasi untuk mengangkat judul Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Pada Penjumlahan Pecahan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 06 Buttue Kec Tanate Rilau Kab. Barru. Penelitian ini dilatar belakangi adanya fakta/kenyataan yang menunjukkan bahwa hasil belajar matematika masih sangat rendah dengan menggunakan pendekatan PMR dalam proses pembelajaran di harapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa.

Selengkapnya dapat anda Download Di Sini

Hanya untuk berbagi : MUHAMMAD KARWAPI

About these ads

2 Responses to “PROPOSAL PTK 4 : Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Pada Penjumlahan Pecahan Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 06 Buttue Kec Tanate Rilau Kab. Barru”

  1. Anna Akromun Nisa Says:

    bagaimana hasil penelitian anda menggunakan metode ralistik dalam penjumlahan pecahan bilangan untuk meningatkan minat dan prestasi belajar…
    lg dalam proses skripsi, memerlukan penelitian terdahulu.
    balas…

  2. Siti Jubaidah Siregar Says:

    mhon bantuannya untuk m’dapatkn bk2 tentang PMR???!!


Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: