Kaidah Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan dan Bentuk Benar – Salah (B-S) yang Sah dan Valid

Penulisan Bentuk Soal Menjodohkan

Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan (lihat keterampilan menulis soal di sini). Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam dua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dan tanggal kejadian yang tepat, kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat, istilah dengan definisi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh, alat-alat dengan penggunaannya dan lain-lain.

Biasanya bentuk menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. Bentuk soal ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan nama dari tempat-tempat atau bagian-bagian yang telah diberi nomor pada peta, diagram dan sebagainya.

Adapun kaidah penulisan soal bentuk menjodohkan adalah :

Materi

  1. Soal harus sesuai dengan indikator.
  2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan.
  3. Gunakan materi-materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawabannya.

Konstruksi

  1. Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, paralel/sejajar.
  2. Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan nomor urut dengan huruf.
  3. Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pertanyaan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad.
  4. Pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis dalam halaman yang sama. Bila tidak demikian dapat membingungkan siswa dan dapat menyita waktu lama yang dipergunakan untuk membolak balik halaman saja.
  5. Panjang soal ini dibatasi jumlah tidak lebih dari 10 – 15 butir soal. Daftar-daftar yang panjang cenderung akan menjadi terlalu heterogen dan dengan demikian memungkinkan adanya petunjuk-petunjuk bagi siswa yang pandai, lagi pula soal bentuk ini bila soalnya terlalu panjang/banyak akan membuang waktu yang terlalu banyak.
  6. Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memikirkan jawaban dengan tepat.
  7. Pokok soal dan pilihan jawaban disusun dengan pertanyaan yang pendek.
  8. Petunjuk mengerjakan soal harus jelas.

Bahasa / Budaya

  1. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa.
  2. Gunakan bahasa Indonesia baku.
  3. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.

Penulisan Soal Bentuk Benar-Salah (B-S)

Dalam penulisan soal bentuk benar-salah, penulis harus mengetahui konsep dasar bentuk benar-salah (lihat keterampilan menulis soal di sini). Maksudnya pernyataan dalam soal harus disusun dengan pernyataan yang betul-betul benar atau pernyataan yang betu-betul salah, bukan pernyataan yang meragukan. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal obyektif yang setiap soalnya terdapat dua macam kemungkinan jawaban yang berlawanan yaitu benar atau salah.

Bentuk soal benar-salah biasanya dipergunkan untuk menanyakan fakta, ide, dan konsepsi yang kompleks.

Adapun kaidah penulisan soal benuk isian adalah :

Materi

  1. Soal harus sesuai dengan indikator.
  2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk benar-salah.

Konstruksi

  1. Buatkanlah petunjuk cara mengerjakan soal benar-salah yang sejelas-jelasnya.
  2. Hindarkan pernyataan yang mengandung ungkapan yang tidak pasti, seperti : barangkali, kadang-kadang, pada umumnya, kebanyakan.
  3. Hindarkan pernyataan yang mengandung negatif ganda.
  4. Hindarkan pernyataan yang panjang dan kompleks.
  5. Hindarkan pernyataan yang masih dapat dipersoalkan, soal harus mutlak benar dan mutlak salah.
  6. Jumlah soal yang benar hendaknya disamakan dengan jumlah soal yang salah. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jawaban siswa. Mengingat bahwa siswa yang tidak mengetahui masalah yang ditanyakan cenderung memilih jawaban salah.
  7. Penempatan soal yang benar dan yang salah harus diatur secara acak.
  8. Setiap soal hanya mengandung satu gagasan.
  9. Setiap soal hendaknya berdiri sendiri, tidak bergantung pada soal yang lain.
  10. Hindarkan dengan pernyataan yang langsung mengutip kalimat dari buku. Setiap pernyataan hendaknya diolah dan disesuaikan dengan keperluan. Apabila tidak, hal ini akan terlalu menekan nilai aspek menghafal. Artinya penekannya atau perhatiannya terlalu ditekankan pada pengetahuan yang didapat dari hasil menghafal.
  11. Hindarkan hal yang kurang perlu dan bersifat teka-teki atau tebak-tebakan.
  12. Hindarkan pernyataan yang berarti ganda atau lebih.
  13.  Apabila soal menanyakan pendapat, maka perlu disertakan sumber yang mengemukakan pendapat.

Bahasa / Budaya

  1. Tulislah dengan kalimat atau pernyataan berita.
  2. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa.
  3. Gunakan bahasa Indonesia baku.
  4. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.

Kaidah penulisan soal bentuk pilihan ganda lihat di sini,  kaidah penulisan soal bentuk jawaban singkat dan soal bentuk isian lihat di sini dan keterampilan menulis soal di sini

Sekian dan terimah kasih, semoga bermanfaat….

Hanya untuk berbagi : MUHAMMAD KARWAPI

About these ads

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: