PROPOSAL PTK 8 : Pengaruh Aktivitas Membaca Di Perpustakaan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN No.333 Tangkoli Kec. Maniangpajo Kab. Wajo

A. Latar Belakang Masalah

Masalah pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak dalam arti bahwa orang tua, guru, tokoh masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dihadapi. Khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah/guru memiliki peranan yang cukup besar dalam rangka membelajarkan subyek didik dalam beragam pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Sekolah (khususnya para guru), mengembangkan pembelajaran yang terencana, sistimatis dan terkordinasi. Selain itu , sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sangat diharapkan partisipasinya dalam rangkah mencapai tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan intruksional pada khususnya.

Untuk mewujudkan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan, para guru selalu merencanakan kegiatan mengajarnya dengan mempertimbangkan berbagai aspek baik yang bersumber dari subyek yang belajar maupun yang bersumber dari lingkungan belajar.

Rancangan pengajaran (disain instruksional ) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh para guru untuk memperlancar aktivitas pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Margaret E. Bell yang mengatakan bahwa pembelajaran mesti direncanakan agar kegiatan pembelajaran siswa dapat berjalan dengan baik.

Kalau para guru sudah merencanakan kegiatan mengajarnya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, tentu aktivitas siswa belajar lancar. Ini berarti bahwa efaektivitas pembelajaran sangat menunjang bahkan sangat menentukan pencapaian tujuan pengajaran.
Salah satu indikasi tercapainya tujuan pengajaran ialah meningkatkan prestasi belajar siswa dalam arti bahwa kemampuan kognitif, afektif serta psiko-motorik siswa berkembang secara bersama.

Meningkatnya prestasi belajar siswa merupakan salah satu ciri dari meningkatnya kualitas / mutu pendidikan sebagaimana yang dikemukakan oleh Slamet sebagai berikut :

  1. Kualitas pendidikan dapat diukur dari berbagai aspek antara lain :Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai pada semua jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
  2. Meningkatnya prestasi yang dicapai oleh siswa hampir pada semua bidang studi.
  3. Semakin profeasionalnya guru dalam melaksanakan tugas pengajaran.
  4. Penyesuaian dan pembaharuan kurikulum sesuai dinamika perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (1995:23 ).

Sarana dan prasarana pendidikan dan pembelajaran senang tiasa diupayakan pada semua jalur dan jenjang pendidikan, namun selalu saja dirasakan adanya kekurangan karena jumlah sekolah dan jenis sekolah yang membutuhkan cukup besar. Biaya yang dialokasikan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah pendidikan khususnya pembelajaran nampaknya belum memadai. Penataran dan penelitian guru selalu diadakan untuk meningkatkan profesionalisme guru tersebut dalam melaksanakan tugasnya.

Pemerintah (dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional) tidak henti-hentinya mengupayakan pembenahan bidang pendidikan sebab disadari bahwa selain saran dan prasarana, komponen lainnya seperti sumber belajar, tenaga dan sistem harus ditingkatkan kualitasnya. Semua itu dimaksud agar proses berjalan dengan lancar dan prestasi belajar subyek didik semakin meningkat. Kalau prestasi belajar subyek didik sudah meningkat pada sewmua jenis dan jenjang berarti kualitas pendidikan dapat pula ditingkatkan.

Salah satu aspek dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang berkaitan erat dengan judul Ptk ini adalah penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Perpustakaan sekolah merupakan sarana penunjang membantu subyek didik dalam memperlancar proses belajarnya.
Sulyto Basuki menyatakan bahwa :

Buku merupakan alat bantu manusia untuk belajar sejak mulai dapat membaca, memasuki bangku sekolah hingga bekerja. Karena perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku, sedangkan buku dikaitkan dengan krgiatan belajar, maka perpustakaan pun selalu dikaitkan dengan kegiatan belajar. (1991:4).
Pentingnya perpustakaan khususnya perpustakaan sekolah bagi siswa yang belajar tentu tidak dapat dipungkiri lagi.

Melalui buku yang ada diperpustakaan, siswa-siswa membaca atau meminjam buku sehingga pengetahuannya semakin meningkat. Dengan demikian buku perpustakaan dapat berfungsi sebagai salah satu sumber belajar peranan guru dalam meningkatkan motivasi siswa untuk mencintai perpustakaan dan meminati buku bacaan sangat diharapkan terutama dalam meningkatkan prestasi belajar. Kualitas pendidikan dapat ditingkatkan jika guru melaksanakan peranannya sebagai edukator, motivator, dan vasilitator dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis terdorong untuk mengadakan penelitian dan penelitian ini berfokus pada ada tidaknya pengaruh aktifitas membaca perpustakaan terdapat prestasi belajar siswa, khusunya siwa kelas IV SDN No.333 Tangkoli Kec.Maniangpajo Kab.Wajo

Selengkapnya dapat anda Download Di Sini

Hanya untuk berbagi : MUHAMMAD KARWAPI

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: