Cara Mengatasi Ketakutan Berbicara Alias “Demam Panggung” Saat Berpidato atau Public Speaking (PS)

Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera buat kita semua semoga sehat dalam beraktivitas…

Dalam postingan saya kali ini marilah kita mencoba menganalisa pembahasan tentang “Demam Panggung” yang seringkali menghantui para pembicara atau publik speking (PS).Memang banyak orang yang mengalami ketidakpastian mental untuk melakukan pidato di depan umum atau publik speaking (PS). Sering kali kita dihinggapi rasa takut berbicara di depan umum. Kondisi seperti inilah yang disebut dengan :

  • Demam Panggung
  • Kecemasan Berbicara
  • Stres Kerja
  • Gugup
  • Panik
  • Glossphobia

Dampak dari demam panggung secara fisik dan mental antara lain :

  1. Jantung berdetak lebih cepat atau hati berdebar-debar.
  2. Kaki atau lutut bergertar, demikian pula tangan.
  3. Tenggorokan atau mulut kering.
  4. Lupa yang mau dibicarakan.
  5. Suara bergetar bahkan sulit dikeluarkan.
  6. Tangan atau telapak tangan terasa dingin.
  7. Urat nadi berdenyut cepat.
  8. Bibir bergetar.

Berbicara di depan umum merupakan suatu “ketakutan”. Ada ungkapan, takut berbicara diposisikan pada urutan kedua setelah takut gigitan ular atau  takut mati berada diurutan kedua setelah takut berbicara, dan bahkan ada yang berpendapat bahwa takut berbicara merupakan ketakutan nomor satu di antara semua ketakutan.

Secara umum “Demam Panggung” atau takut melakukan publim speaking (PS) akan menimpa seseorang jika orang tersebut :

  • Merasa takut kelihatan bodoh atau “bloon” di depan orang lain.
  • Takut tidak bisa berebicara apa-apa setelah di podium.
  • Tidak melakukan persiapan.
  • Tidak tahu apa yang harus di bicarakan atau dilakukan di podium.
  • Menyadari atau mengetahui akan dinilai orang banyak.
  • Menghadapi situasi asing atau tidak familiar.

Secara garis besar ada dua cara untuk mengendalikan atau mengatasi demam panggung antara lain :

  1. Metode jangka panjang, yakni dengan mempelajari teori dan teknik PS serta melakukan latihan PS. Kemampuan dan kemahiran PS dapat dimiliki oleh siapa saja yang mau bersusah payah melakukan dua hal tadi (belajar dan berlatih)
  2. Metode jangka pendek. Ini termasuk penanganan darurat jika keadaan mendesak, yakni dengan cara :
    • Relaksasi atau pelemasan otot-otot yang tegang, misalnya dengan menggoyangkan kaki , menyalami tangan sendiri dan meletakkannya di atas kepala, memutar-mutar leher dan bahu.
    • Menarik napas dalam-dalam.
    • mengambil segelas air ke podium jika memungkinkan.
    • menggoyang-goyangkan tangan yang bergetar secara perlahan dan meletakkannya di atas mimbar.
    • Memegang sesuatu _misalnya tissu_ di kepaln tangan sebagai pengalih ketegangan.
    • Sembelum tampil, pejamkan mata dan bayangkan audience mendengarkan, tertawa, dan bertepuk tangan buat anda.
    • Ucapkan sesuatu kepada seseorang sekedar mengecek dan meyakinkan bahwa suara anda siap dikeluarkan di podium.

Agar demam panggung tidak menerpa kita saat melakukan PS, hal-hal berikut harus menjadi perhatian kita

  • Melakukan latihan : keluarkan suara dengan keras, berdiri di depan cermin, jika perlu pilih tempat di sudut ruangan agar ada pantulan suara, gunakan tape recorder untuk merekamnya, dan jika memungkinkan berlatihlah berbicara di depan teman-teman dekat kita.
  • Selalu melakukan persiapan secara menyeluruh.
  • Bicara apa yang kita ketahui saja.
  • Pilih topik yang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman.
  • Konsentrasi hanya pada pesan yang akan kita sampaikan pada audience.
  • Gugup adalah hal normal, namun jangan perlihatkan. Just don’t show it.
  • Kebanyakan demam panggung hanya terjadi sebelum naik podium. Begitu kita tampil, demam panggung lenyap dengan sendirinya.
  • Berbicaralah seolah-olah audience adalah teman-teman kita.
  • Ingat-ingat kejadian menyenangkna yang sudah lalu.

Masalah takut berbicara di depan umum (demam panggung) ini dapat perhatian serius dari para pakar PS. Mereka pun menawarkan berbagai kiat, teknik, ataun solusi untuk mengatasinya, mulai dari membayangkan audience dalam pakaian dalam mereka hingga melakuakan persiapan sebaik-baiknya.

Berikut ini ada beberapa resep obat yang mereka tawarkan untuk menyembuhkan sakit demam panggung antara lain :

RESEP MORTON C. ORMAN MD

Dalam sebuah artikelnya, Orman mengemukakan, PS merupakan salah satu sumber stress yang bisa melanda setiap orang. namun, PS merupakan keniscayaan. Jika ingin menjadi pemimpin atau menjadi sesuatu yang berharga dalam kehidupan ini, kita harus sering berbicara kepada sekelompok orang, dalam jumlah besar atau kecil. Kebenaran tentang PS, bagaimanapun adalah ia tidak harus membuat kita stress.

Ada 10 langkah kunci yang ditawarkan Orman untukm mengatasi demam panggung, yaitu :

  1. PS bukanlah sesuatu yang harus membuat kita stress.
  2. Anda tidak haruis brilian atau sempurna untuk sukses. Esensi PS adalah memberi audience suatu yang bernilai, misalnya pengetahuan baru atau keceriaan.
  3. Anda hanya perlu menyampaikan dua atau tiga poin utama, Anda tidak harus mengemukakan segunung fakta atau rincian tentang apa yang diinginkan audience.
  4. Anda harus punya tujuan : memberi informasi, mengajak atau menghibu. Hakikat PS adalah meberi , bukan meraih. Tujuan PS bukanlah agar anda mendapat sesuatu (tepukan tangan meriah, respek, pujian, klien dll)
  5. Jangan berusaha menjadi ahli pidato atau menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri. Tampil dan berbicaralah apa dan bagaimana adanya, jangan dibuat-buat.
  6. Bersikap rendah hati dan menyampaikan humor bisa membuat pembicaraan anda lebih menyenangkan dan menghibur. Kedua hal itu bisa dikombinasikan secara efektif. Menceritakan hal lucu yang anda alami bisa menghibur dan menyenangkan. Jangan sembunyikan kegugupan anda di depan audience. Katakan saja secara jujur bahwa anda gugup. Kita semua punya kelemahan. Rendah hati bisa membuat anda lebih kredibel, terpercaya dan lebih dihormati.
  7. Hal buruk tidak akan pernah terjadi. Jangan berpikir : bagaimana kalau saya lupa apa yang akan saya sampaikan? Bagaimana kalau audience membenci dan memaki saya? Bagaimana kalau hadirin meninggalkan ruangan begitu saya mulai bicara?
  8. Anda tidak harus mengendalikan perilaku audience. Biarkan saja mereka mengantuk, bicara kepada orang di sebelahnya, atau membaca koran. Kendalikan saja pikiran dan persiapan anda.
  9. Jangan melakukan persiapan berlebihan. Kian banyak persiapan karena ingin tampil prima, bisa-bisa kian buruk penampilan anda.
  10. Kebanyak pendengar benar-benar menghendaki anda sukses. Kebanyakan mereka takut setengah mati untk melakukan PS seperti anda. Mereka juga tahu resiko PS sehingga memahami apa yang anda rasakan. Mereka akan mengagumi keberanian dan berpihak kepada anda.

RESEP TOASMASTER INTERNASIONAL

Toasmaster Internasional menawarkan delapan kiat berikut untuk mengatasi demam panggung :

  1. Kenali bahwa anda tidak sendirian.
  2. Sadarilah bahwa audience menghendaki anda sukses melakukannya.
  3. Berbicaralah tentang apa yang anda ketahui.
  4. Pilihlah topik pembicaraan yang merupakan wilayah pengetahuan dan pengalaman anda. Ini akan membangun kepercayaan diri dan membuat anda tidak gugup.
  5. Lakukan persiapan menyeluruh.
  6. Konsentrasi pada pesan, bukan pada podium. Fokuskan energi dan perhatian hanya pada pesan dan audience anda dan jauhi kegugupan.
  7. Ubahlah kegugupan menjadi energi positif _ vitalitas dan semangat.
  8. Dapatkan pengalaman. Pengalaman membangun rasa percaya diri _ kecemasan anda hilang begitu anda memberikan presentasi.

RESEP RON KURTUS

Dalam artikelnya, Kurtus mengemukakan, ketakutan dahsyat yang dimiliki orang adalah berpidato. Takut berpidato diperingkatkan pada posisi kedua setelah takut digigit ular dan sembelum mati.

Kurtus menawarkan resep sebagai berikut :

  1. Lakukan persiapan dengan baik.
  2. Latihan kemampuan berpidato anda. Lebih sering latihan, kian lancar dan kian percaya diri dalam berpidato. Latihan sendiri bisa dilakukan dengan :
    • Berbicara keras
    • Menggunakan cermin
    • Berdiri di sudut agar anda memantulkan dan mendengar bagaimana suara snda jika berbicara.
    • Merekan dengan alat perekam
    • Berlatih bicara di depan teman-teman dekat anda.
  3. Milikilah catatan backup _ mengantisipasi lupa akan apa yang akan dikatakan_ dalam garis besarnya, misalnya dalam secarik kertas ukuran 3 X 5 cm.
  4. Kurangi ketakutan anda terhadap audience dengan menyadari bahwa pendengar biasanya berpihak pada anda. Mereka ingin mendengar apa yang harus anda kemukakan. Pikirkan bahwa mereka adalah teman-teman dekat anda, Lakukan pidato layaknya di depan teman-teman anda.
  5. Santaikanlah diri dengan menarik napas dalam-dalam tiga kali, ucapkan terimah kasih pada MC, dan melakukan hitungan sampai 10 sebelum memulai pembicaraan.

Dikutip dari Buku Lincah Menulis Pandai Berbicara kaarya Asep Syamsul M. Rimli Penerbit Intimedia Ciptanusantara 2008

Hanya untuk berbagi : MUHAMMAD KARWAPI

5 Responses to “Cara Mengatasi Ketakutan Berbicara Alias “Demam Panggung” Saat Berpidato atau Public Speaking (PS)”

  1. sem Says:

    Saya pengen 5thn ke depan jd DPR. Mk dari itu trkgmakasih kepada penulis,sehinga sy termotifasi untuk lebih enejik lg dalam mendalami ilmu pidato,agar masyarakat semakin kagum dengan kepribadian saya

  2. sumiyati Says:

    trimksh tipsx buat persiapan maju presentasi karyatulis september mendatang

  3. sumiyati Says:

    tips ini sangat bermanfaat pada penyajian materi refrat september ke depan maklum pemula jd hrus bnyk masukan,thanks sir ilmux bermanfaat untuk semuax.


Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: