PROPOSAL PTK 16 : Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif dengan Menggunakan Strategi DR-TA (Directed Reading Thinking Activity) Murid Kelas III SD Negeri 211 Bulete Kabupaten Wajo.

A. Latar Belakang

Kemampuan berbahasa merupakan anugerah dari Allah Swt, yang tidak diberikan kepada mahluknya yang lain. Bahasa memegang peranan yang cukup besar dalam kehidupan ini terutama dalam hal bergaul dengan masyarakat sekitar sehingga seseorang dituntut untuk memperhatikan dan mempelajarinya.

Kemampuan membaca merupakan modal utama dalam kehidupan setiap pribadi, baik disekolah maupun di dalam lingkungan masyarakat. Dalam kehidupan sekolah murid sering mengalami kesulitan belajar karena murid tersebut tidak memiliki kemampuan membaca yang kurang memadai.

Murid yang kurang terampil membaca senantiasa kehilangan butir-butir penalaran dalam kehidupan diskusi apalagi kalau guru mengadakan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut kemampuan menganalisis nilai-nilai yang tersirat dibalik sajian bacaan yang diserapnya dalam beberapa hal. Terhambatnya keterampilan membaca murid disebabkan latar belakang kehidupan yang tidak menunjang untuk memperoleh tingkat kemampuan yang diharapkan.
Kemampuan membaca merupakan salah satu diantara berbagai jenis kemampuan yang perlu dimiliki oleh para murid.

Kemampuan ini fungsional sifatnya bagi pendidikan yang lebih tinggi, maupun untuk terjun ke masayarakat. Murid tak ubahnya sebagai kunci pembuka gedung ilmu pengetahuan. Dengan kunci ini, mereka akan menghayati dunia perkembangan ilmu, sehingga studinya berjalan lancar serta sukses. Untuk kebutuhan terjun ke masyarakat kemampuan membaca bagi murid tak ubahnya sebagai mikroskop yang membantu mereka mengkaji berbagai peristiwa kehidupan serta akurat, teliti dan seksama. Kemampuan ini juga dapat dipersamakan dengan mesin waktu yang mampu menampakkan kembali peristiwa-peristiwa masa lampau untuk diambil mamfaatnya dalam rangka usaha memperbaiki taraf kehidupan masa kini dan masa-masa yang akan datang.

Kemampuan membaca adalah kecepatan membaca dan pemahaman isi secara keseluruhan. Kemampuan membaca dapat ditingkatkan dengan penguasaan teknik-teknik membaca efesien dan efektif (Tampubolon, 1987:7)
Kemampuan untuk mebaca diperlukan berpikir kritis, menemukan keseluruhan makna bahan bacaan, baik makna tersurat maupun makna tersiratnya, melalui tahap mengenal, memahami, menganalisis, dan menilai. Mengelolah secara kritis artinya dalam proses membaca seseorang pembaca tidak hanya menangkap makna yang tersurat atau makna baris bacaan (reading the lines), tetapi juga menemukan makna antar baris (reading between lines), dan makna di balik baris (reading beyond the lines), Blaton (dalam Tarigan 2003:15)

Kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar. Namun, anak-anak yang tidak memahami pentingnya belajar membaca tidak akan termotivasi untuk belajar. Belajar membaca merupakan suatu usaha yang terus menerus, dan anak-anak yang melihat tingginya nilai (value) membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menemukan keuntungan dari kegiatan membaca (Farida Rahim, 2008:1)

Kemampuan membaca juga merupakan sebuah jembatan bagi siapapun saja dan dimana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan, baik di lingkungan, di dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan, oleh karena itu, para pakar sepakat bahwa kemahiran (reading literacy) merupakan prasyaratan mutlak bagi setiap insan yang memperoleh kemajuan. Untuk memperoleh kemampuan membaca yang layak bukanlah pekerjaan yang mudah, karena faktor-faktor untuk melingkupnya sangat kompleks (Harras dkk, 1988:11)

Dunia pendidikan dan pengajaran, aktivitas dan tugas membaca merupakan salah satu hal yang mutlak dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan melalui aktivitas membaca, keberhasilan adalah meraih kemajuan dan menyelesaikan studi akan sangat ditentukan oleh keterampilan membacanya. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Deboer (dalam Setiawan 2002:3) yang mengemukakan bahwa kemampuan membaca yang baik merupakan salah satu kunci memcapai kesuksesan dalam pendidikan.

Kemampuan membaca, khususnya membaca intensif berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan keberhasilan studi murid dan sebagai bekal untuk terjun ke masyarakat. Kemampuan membaca berfungsi sebagai alat memperlancar studi tersebut, tidak hanya untuk kepentingan studi bahasa Indonesia, tetapi juga untuk pelajaran-pelajaran lain.
Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, diketahui bahwa tingkat membaca intensif murid masih rendah. Rendahnya keterampilan tersebut salah satunya dipengaruhi faktor strategi pembelajaran yang digunakan masih belum menunjang. Untuk mengatasi rendahnya keterampilan membaca intensif tersebut, diberikan solusi dengan menggunakan strategi DRTA (Directed Readning-Thinking Activity).

Strategi DRTA merupakan salah satu strategi dalam pengajaran membaca pemahaman yang diarahkan untuk mencapai tujuan umum. Dalam proses pelaksanaan strategi ini dibutuhkan intensitas dalam membaca., ketekunan, dan keterampilan metakognitif murid. Peningkatan kemampuan membaca murid di sekolah saat ini belum memadai terutama dalam hal membaca intensif terutama dilihat dari metode pembelajaran. Maka metode yang diterapkan dalam keterampilan membaca intensif yaitu strategi DRTA. Kompetensi dasar yang diharapkan dimiliki murid, membaca intesif. Hasil belajar yang diharapkan ialah memahami teks dan menyusun ringkasan.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Misrawati (2010) dengan judul Kemampuan membaca intensif pada murid kelas X SMA negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa, 2010. Hasil penelitian murid dalam membaca intensif belum memadai. Jafar (2009) dengan judul Kemmpuan membaca intensif murid kelas XI SMA pesantren puteri yatama mandiri. Dapat disimpulkan bahwa membaca intensif belum memadai.

Kenyataannnya di kelas bahwa pada umumnya keterlibatan murid sangat kurang dalam proses belajar mengajar, guru lebih dominan dalam memberikan pengajaran, memberikan ceramah yang bisa membuat murid menjadi jenuh, bahkan bermain-main dalam belajar, murid kurang termotivasi dalam belajar, tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, terkadang ada murid yang mempunyai potensi dan mempunyai gagasan tersendiri. Namun, tidak tersalurkan akibat sikap guru yang monoton dalam mengajar, sehingga terlihat fenomena tersebut di atas, otomatis tujuan pendidikan nasional tidak akan tercapai.

Sehubungan dengan pentingnya membaca intensif, yang telah dimiliki oleh peneliti terdahulu hasilnya belum memadai, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian agar dapat memajukan pola berpikir anak-anak dan dapat mengadakan perubahan. Dengan itu, penulis mengambil judul mengenai “ Peningkatan kemampuan membaca intensif dengan menggunakan strategi DR-TA (Directed Reading-Thinking Activirty) Murid Kelas III SD Negeri 211 Bulete Kabupaten Wajo.

Selengkapnya dapat anda Download Di Sini

Hanya untuk berbagi : MUHAMMAD KARWAPI

About these ads

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: